Sabtu, 30 Mei 2020

Bismillah
Nama: Jernih Hanni Hasan
Kelas : PBA 2A
Nim : 191032018

Jawaban tugas qawa'id
https://drive.google.com/file/d/1p6vweBcA15ouLw2cOvT-fXarlMooWGTa/view?usp=drivesdk

Senin, 23 Maret 2020

Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur'an

Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur’an
Jernih Hanni Hasan
(Jernihhanni0@gmail.com)
Abstrak
Dalam membentuk keluarga, pernikahan merupakan sarana yang paling awal untuk dilakukan. Pendidikan pertama bagi seorang anak diperoleh melalui keluarga. Jadi keluarga berperan aktif dalam rangka pertumbuhan masing-masing anggotanya. Baik buruknya suatu keluarga ditetukan oleh bagaimana basis keluarga itu dibentuk. Tulisan ini membahas pendidikan keluarga dalam prespektif Al-Qur’an, misalnya dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim: 6 yaitu mengenai pentingnya membina keluarga agar terhindar dari siksaan api neraka. Metode yang digunakan dalam pendidikan adalah kedisiplinan. Disiplin adalah untuk menghormati dan melaksanakan setiap perintah yang diberlakukan baik oleh kepala keluarga maupun kepala Negara. Dalam agama islam, kedisplinan sangat dianjurkan untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Misalnya mengerjakan Shollat tepat waktu dan menjauhi perzinahan.
Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Al-Qur’an dan kedisiplinan.

Pengantar
Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang utama diterima oleh setiap individu. Pendidikan keluarga adalah kunci bagi keberhasilan anak. Apakah anak tersebut dapat membawa manfaat untuk orang lain atau tidak, semua tergantung bagaimana ia menerima pengajaran dari keluarganya. Walaupun pendidikan dalam keluarga ini dilakukan tanpa adanya materi, metode dan kurikulum yang baku, namun pendidikan ini memegang peran yang sangat penting dalam keseluruhan proses pendidikan anak. Ia sangat menentukan kepribadian seorang anak. Keluarga terbukti sebagai wadah menanamkan nilai-nilai mulia dalam diri seorang anak, sebagaimana kita temukan dikehidupan nyata, ketika seorang anak mencapai keberhasilan maka orang tualah yang menerima berbagai macam pujian. Begtu juga sebaliknya, ketika seorang anak melakukan kekacauan maka orang tua pula yang menerima hujatan atas perbuatan tersebut.



Pembahasan
Pengertian
Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan  at-Tarbiyah, at-Ta’lim dan at-Ta’dib. Dalam Al-Qur’an tidak ditemukan kata at-Tarbiyah, tetapi ada istilah yang senada dengan itu yaitu: ar-Rabb, rabbayani, murabbi, rabbaani. Ar-Raghib al-Ashfahani dalam mufradat-nya mengatakan bahwa asal ar-Rabb adalah at-Tarbiyah, yaitu menyampaikan sedikit demi sedikit hingga sempurna. Kemudian kata itu dijadikan sifat Allah sebagai mubalaghah (penekanan). Sedangkan istilah keluarga dalam bahasa arab dikenal dengan sebutan al-Aa’ilah jamak dari awaail, al-usroh jamak dari usarun, dan Ahlun jamak dari Ahluuna. Keluarga merupakan kelompok sosial pertama di mana individu berada dan akan mempelajari banyak hal penting dan mendasar melalui pola asuh dan binaan orang tua atau anggota keluarga lainnya. Keluarga mempunyai tugas yang fundamental dalam mempersiapkan anak bagi kehidupannya di masa depan.
Pendidikan keluarga merupakan bagian dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Sebagaimana dikatakan oleh Ki Hajar Dewantoro, bahwa keluarga merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan organisasi pemuda. Pendidikan keluarga adalah usaha sadar yang dilakukan orang tua, karena mereka pada umumnya merasa terpanggil (secara naluriah) untuk membimbing, mengarahkan, membekali dan mengembangkan pengetahuan nilai dan keterampilan bagi putra putri mereka sehingga mampu menghadapi tantangan hidup di masa yang akan datang. Dapat pula dilihat dalam Q.S At-Tahrim: 6
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”

Makna ayat di atas sejalan dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Shollat bahwa Rasulullah Saw bersabda

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
Artinya :” Dari ‘Amar bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “perintahlah anak-anakmu mengerjakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat bila berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan)!”. (HR.Abu Daud dalam kitab sholat)”
Hadits tersebut menerangkan bagaimana mendidik tentang agama pada anak-anak. Diantara perintah agama yang disebutkan dalam hadits ada 3 yaitu perintah melaksanakan shalat, perintah memberikan hukuman bagi pelanggarannya, perintah mendidik pendidikan seks.

Tujuan Pendidikan Keluarga
Apabila keluarga sudah merencanakan untuk mempersiapkan anaknya, barangkali keluarga tidak akan berhasil, disebabkan keluarga telah menggunakan pendekatan pemaksaan. Secara empirik keluarga bukanlah orang tua yang bertipe otoriter atau berpola induk, tapi orang tua yang demokratik. Dengan demikian orang tua dituntut untuk menjadi pendidik yang memberikan pengetahuan pada anaknya, sikap dan keterampilan yang memadai, memimpin keluarga dan mengatur kehidupannya.
Di antara tujuan pendidikan orang tua kepada anaknya adalah:
Memberikan dasar pendidikan budi pekerti yaitu, norma pandangan hidup walaupun masih dalam bentuk yang sederhana.
Memberikan dasar pendidikan sosial yaitu, melatih anak didik dalam tata cara bergaul yang baik terhadap lingkungan sekitarnya.
Memberikan dasar pendidikan intelek yaitu, anak diajarkan kaidah pokok dalam percakapan, dan bertutur bahasa yang baik.
Memberikan dasar pembentukan kebiasaan yaitu, pembinaan kepribadian yang baik dan wajar dengan membiasakan kepada anak untuk hidup teratur, bersih, tertib, disiplin, rajin, yang dilakukan secara bertahap tanpa ada unsur paksaan
Memberikan dasar pendidikan kewarganegaraan yaitu, memberikan norma nasionalisme dan patriotisme, cinta tanah air dan berprikemanusiaan yang tinggi


Metode Pendidikan Keluarga
Metode yang digunakan dalam pendidikan dalam keluarga diantaranya adalah dengan menerapkan kedisiplinan. Disiplin adalah Kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan akan keputusan pemerintah atau peraturan yang berlaku. Dengan kata lain disiplin merupakan sikap untuk mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Disiplin dalam Islam sangat dianjurkan, misalnya dalam menjalankan sholat harus tepat waktu. Disiplin harus disertai adanya rasa kasih sayang yang tulus dan tidak menaruh rasa benci serta memaksakan.

Kesimpulan
Pendidikan keluarga sangat penting untuk tumbuh dan berkembangnya seorang anak. Seseorang dapat menjalani kehidupan luar dengan baik apabila keluarga mampu memberikan pengajaran yang baik terlebih dahulu. Keluarga adalah tempat kembalinya setiap orang, maka dari itu peran keluarga sangat dibutuhkan. Setiap keluarga memiliki metode yang berbeda dalam mendidik tergantung pencapaian akhir, namun semua keluarga pastinya ingn yang terbaik untuk masing-masing anggotanya. Salah satu metode yang paling umum yakni dengan melekatkan kedisiplinan dalam diri seseorang, karena untuk mencapai sebuah kesuksesan harus memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi.


Daftar Pustaka
https://media.neliti.com/media/publications/195110-ID-pendidikan-keluarga-dalam-al-quran-kajia.pdf dipetik maret 23, 2020 dari pendidikan keluarga dalam Al-Qur’an
http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/jpai/article/view/1688
dipetik maret 23, 2020 dari konsep pendidikan keluarga dalam islam